Kamis, 19 Maret 2015

Pondok Wirausaha Dewin Assalam Didukung Oleh BCA


" Masih ingatkah bagaimana akhir film Ratatouille yang diperankan oleh seekor tikus bernama Remy? Sekilas film itu hanya terkesan sebagai hiburan biasa, tapi ternyata jika dihayati, film tersebut membawa pesan yang luar biasa. Bagaimana sebuah makanan sederhana yang hanya terdiri dari terong, tomat, bawang, paprika, zucchini, dan bumbu-bumbu sederhana, termasuk bawang putih, yang kemudian semuanya disiram minyak zaitun, tersebut akhirnya bisa menarik hati si kritikus masakan. Saat hidangan tersebut diletakkan di depan si kritikus, ia langsung teringat pada masa lalu. Ia teringat masakan yang pernah dibuat oleh sang ibunda semasa ia kecil. Hingga akhirnya si kritikus memberikan pujian kepada koki yang sudah membuat hidangan tersebut. Tapi, siapa sangka, ternyata ratatouille itu dimasak oleh seekor tikus." 

Seperti hidangan yang sudah dibuat Remy, seperti itu juga tujuan Kami beserta rekan-rekan membangun Pondok Wirausaha Dewin Assalam ini.

Ada suatu kondisi dirindukan oleh masyarakat, yaitu suasana harmonis religius, tentram damai dan sejahtera. Kiranya inilah yang harus kita perjuangkan , dan menuntut pengorbanan yang besar bagi kita semua dan orang-orang yang peduli kepada masyarakat. Kami ingin tempat ini tidak hanya menjadi tempat wisata edukasi dan religi, namun juga memberi pencerahan dalam jiwa pengunjung sebagaimana si kritikus saat teringat masakan sang ibu. Sesuatu yang sederhana, namun membawa makna yang mendalam. Kami sampaikan pada tamu-tamu kami yang berasal dari kalangan masyarakat, pejabat, akademisi, dan lainnya, bahwa Pondok Wirausaha tersebut ia bangun dengan dukungan dari BCA.

Hal pertama yang terlintas saat mendengar BCA pastilah sebuah bank swasta besar Indonesia yang selain terkenal, juga sering membagi-bagikan hadiah bagi para nasabahnya. Tapi  kami yakin Allah maha kaya. BCA di sini adalah Bank Central Akhirat. Jadi, semua kegiatan di Pondok Wirausaha itu nantinya, baik itu edukasi, wisata, maupun kegiatan religi, semuanya berdasarkan ibadah kepada Allah swt. Pondok Wirausaha ini dibangun dan dikembangkan sebagai media masyarakat untuk bersilaturahmi dalam bentuk kehidupan apapun, ekonomi politik sosial budaya hankam, untuk kesejahteraan masyarakat yang sebenarnya dan di ridhoi Allah SWT.

Saat ini, Pondok Wirausaha Dewin Assalam masih dalam tahap pembangunan. Setiap harinya akan terlihat aktivitas pekerja yang membangun vila-vila kayu, menanam rumput-rumput hijau, display produk pertanian( kandang ternak puyuh, kandang unggas, kolam ikan, kandang kambing, dan lain lain), dapur umum, Sarana bermain anakdan fasilitas lainnya. Meski begitu, keasrian tempat ini sudah bisa dirasakan. Beberapa kamar penginapan, musola, dan balai pertemuan,  yang sudah mulai beroperasi.  Semuanya terlihat seperti pondok-pondok kayu di pedesaan.







Beberapa kali dalam seminggu, Pondok Wirausaha ini juga selalu kedatangan tamu rombongan yang jumlahnya variatif. Berkisar dari 20 hingga 100 orang. Mereka dari berbagai kalangan, mulai dari karyawan hingga pemilik perusahaan, rakyat hingga pejabat, pelajar hingga pengajar, semuanya datang untuk berbagi cerita inspiratif, ilmu, dan pengalaman, bersama Pak Slamet Wuryadi.

Harapannya, semakin berjalannya waktu, Pondok Wirausaha ini bisa segera diselesaikan. Sehingga setiap harinya akan terus ada orang-orang yang berkunjung untuk mengambil atau berbagi manfaat. Dengan begitu, Pondok Wirausaha ini akan terlihat semarak dipenuhi orang-orang yang memiliki semangat spiritual yang kokoh,  juga punya semangat yang mantap dalam hal material dengan berwirausaha. Bukankah dalam hadis sudah disebutkan, "Berusahalah untuk duniamu seolah kamu akan hidup selamanya, dan beramallah untuk (kepentingan) akhiratmu seolah kamu akan mati besok.”?

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)


Jumat, 13 Maret 2015

Kunjungan Anak-Anak SD di Slamet Quail Farm



Selama PKL, sepertinya aku akan banyak memposting segala sesuatu tentang puyuh. Yeah, makhluk mungil yang semakin hari semakin kukagumi, karena manfaat dan keunikannya. Di farm, setiap harinya gak pernah kosong tamu, selalu saja ada. Mulai dari rombongan pilot Garuda Indonesia, polisi, pegawai negeri, pengusaha kuliner, wisausahawan, masyarakat biasa, akademisi, hingga anak-anak SD dan TK. Semuanya pengen tahu, bagaimana sih cara berbudidaya puyuh?

Nah, hari ini, kita kedatangan rombongan anak SD kelas 3 dari SDIT At Takwir. Jumah mereka sekitar 60 orang belum termasuk guru pembimbing. Sebagai menu sambutan, kami menyiapkan bakso puyuh yang rasanya nggak kalah nikmat dibandingkan bakso ayam. Setiap anak dapat jatah dua buah bakso, dan semuanya makan dengan lahap banget. Pokoknya seneng lihat mereka makan, jadi ikutan kenyang. Belum lagi seragam mereka yang kuning-kuning dan para ceweknya berkerudung semua, jadi tambah gemes. Ingat masa kecil.
 
Bakso puyuh buatan kita (Dok.pribadi, tapi jepretannya Si Danny--> orangnya di bawah nih)

Ceritanya lagi bagi-bagi bakso puyuh.
Lucu-lucu banget. Mereka tuh suka kalau diajak foto.
Tadi, aku dan seorang teman dapat jatah jadi guide dua kelompok anak. Ngajak mereka keliling farm, plus menjawab segala pertanyaan aneh bin lucu yang mereka lontarkan. Pas di kandang, merekapada pake masker, itu pun masih bau katanya. Padahal bagi aku sendiri, kandang di sana nggak bau sama sekali. Apa karena hidungku udah terbiasa kali, ya? 
 
Ini ceritanya lagi ngucel-ngucel puyuh
Ini puyuh salah dua jari
Meski di kandang, eksis tetap jalan
Mereka pulang sekitar pukul 11. Kita beres-beres dan selanjutnya ada tamu lagi, nggak tau juga dari mana. Tugasnya Pak Pram dan Pak Kris yang ngajak ngobrol dan kasih penjelasan.